Lewati ke konten
Mafhum.Id

Apakah Ilmu Syar’i Lebih Berharga dari Ilmu Duniawi?

•3 menit baca

Apakah Ilmu Syar’i Lebih Berharga dari Ilmu Duniawi?

Ilmu Secara Bahasa : Lawan dari jahl (tidak tahu) adalah (ilmu). Jadi ilmu adalah mengetahui sesuatu dengan pasti (tanpa keraguan)

Ilmu Secara Istilah : Sebagian ahli ilmu mengatakan ilmu adalah pengetahuan yang pasti, kebalikan dari ketidaktahuan. dan berkata sebagian ahli ilmu yang lain bahwasanya ilmu itu lebih jelas daripada definisi itu sendiri.

Ilmu yang kita maksud disini adalah ilmu syar’i. Maksud dari ilmu syar’i adalah ilmu yang diturunkan Allah kepada Rasul-nya berupa penjelasan dan petunjuk (Al-Qur’an dan Sunnah yang dipahami salafus sholih. Ilmu yang berharga dan terpuji adalah Wahyu yaitu ilmu yang diturunkan Allah subhanahu wa Ta’ala. Nabi ﷺ bersabda : 

((مَنْ يرِدِ الله به خيراً يُفَقههُ في الدين))

“Siapa yang diinginkan kebaikan oleh Allah maka Allah akan pahamkan dia ilmu agama”

dan Nabi Muhammad ﷺ bersabda :

((إن الأنبياء لم يورثوا ديناراً ولا درهماً إنما ورثوا العلم فمن أخذه أخذ بحظ وافر))

“Para nabi tidak mewarisi uang berupa dinar atau dirham (harta kekayaan) akan tetapi mereka hanyalah mewarisi ilmu, barang siapa yang mengambilnya dia telah mengambil bagian warisan yang sangat banyak”

Dan sudah diketahui bahwasanya warisan para Nabi adalah ilmu syar’i bukan yang lain. Para Nabi Alaihimusholatu Wassalam tidak mewariskan ilmu duniawi dan apapun yang berkaitan dengannya. Pernah suatu ketika Nabi Muhammad ﷺ ketika datang ke Madinah melihat orang-orang mengawinkan pohon kurma, nabi melihat susah payahnya mereka kemudian mengatakan kalian tidak perlu melakukan hal ini. Kemudian mereka pun menuruti perkataan nabi dan melaksanakannya, Mereka tidak lagi mengawinkan pohon kurma, namun setelah itu kurma tersebut menjadi rusak kemudian nabi ﷺ bersabda kepada mereka : 

((أنتم أعلم بأمور دنياكم))

“Kalian lebih tahu tentang perkara-perkara dunia kalian”.

Kalau seandainya ilmu duniawi adalah ilmu yang sangat berharga maka Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang paling tahu ilmu tersebut. Karena Nabi ﷺ adalah orang yang banyak mendapat pujian karena banyak ilmunya dan banyak amalnya.

Ilmu syar’i adalah ilmu yang sangat berharga yang pemiliknya mendapatkan Kemuliaan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Akan tetapi saya tidak mengingkari bahwa ilmu duniawi itu memiliki manfaat. Akan tetapi ilmu duniawi itu bermanfaat jika memiliki dua hal :

1. Ilmu yang mengantarkan ketaatan kepada Allah.

2. Ilmu yang bisa menolong agama Allah serta memberikan manfaat kepada para hamba-Nya. 

Ilmu duniawi itu baik dan memiliki manfaat. Mempelajarinya menjadi wajib pada kondisi tertentu, apabila ilmu duniawi tersebut termasuk firman Allah subhanahu wa Ta’ala : 

{ وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةࣲ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَیۡلِ } [سُورَةُ الأَنفَالِ: ٦٠]

“Persiapkanlah segala kemampuan untuk (menghadapi) mereka dengan kekuatan yang kamu miliki, dan pasukan berkuda.” [QS. Al-Anfal : 60]

Sering kali disebutkan oleh ahli ilmu bahwasanya belajar ilmu duniawi termasuk fardhu kifayah karena manusia itu harus ada yang bisa yang melakukan pekerjaan duniawi yang dapat memberikan manfaat. Apabila tidak ada sama sekali yang bisa melaksanakan pekerjaan dunia maka mempelajarinya menjadi fardhu kifayah. Saya berpandangan ilmu yang berharga adalah ilmu syar’i yang membahas tentang pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Sementara ilmu duniawi bisa menjadi sarana untuk kebaikan atau menjadi sarana untuk keburukan. Maka hukum ilmu duniawi itu sesuai dengan sarana untuk apa dia digunakan.

—–

📖Terjemahan KITABUL ILMI – Pengertian Ilmu, Syaikh Muhammad Sholih Al-Utsaimin

Mojokerto, 2 Januari 2025 / 2 Rajab 1445

Bagikan artikel ini — semoga menjadi amal jariyah

WhatsAppTelegram
Program Mafhum.IdTebar Stiker Doa Gratis untuk MasjidAjukan untuk masjid Anda, atau titip untuk masjid lain →
Lanjut membaca

Artikel lainnya

Tidak Dikategorikan••2 menit baca

Ushul Fiqih (dasar dasar fiqih)

• Ushul adalah dasar atau pondasi. Seperti akar pohon yang menancap di dalam tanah• Far’i adalah cabang dari ushul seperti batang pohon.• Ushul…

Baca selengkapnya